Beberapa Kriteria Berikut Pengaruhi Kesempatanmu dalam Berkarir

Active 0 Reply 271 Views 2017-05-31 13:37:41 SEPUTAR KARIR
Benarkah IPK bagus, berkomitmen tinggi, dan penguasaan soft skill yang baik jadi jaminan punya karir cemerlang? Ayo, cari tahu!






Kriteria perusahaan dalam mencari karyawan baru sering dijadikan acuan jobseeker dalam persiapan memasuki dunia karir. Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) yang tinggi ditunjang dengan soft skill yang baik, misalnya, dipercaya dapat membuat seseorang memiliki karir yang baik pula. Benarkah demikian?


Dilansir noodle.com, survei yang dilakukan di Rutgers University,
Amerika Serikat, memaparkan soal IPK yang masih menjadi indikator utama
penilaian terhadap jobseeker saat ini. Persoalan lain kemudian
muncul ketika kebanyakan perusahaan juga memasang standar tinggi pada
aspek-aspek lain yang tentunya harus dimiliki oleh seseorang jika ingin
bersaing mendapatkan pekerjaan. Seperti kemampuan soft skill, leadership, kerjasama tim, dan komitmen pun belakangan sudah menjadi kriteria yang wajib dimiliki oleh jobseeker.




Namun, dengan memenuhi kriteria-kriteria tersebut nyatanya tak selalu
menjadi jaminan bagi seseorang dalam merintis karir. Wisnu Hesti Barata,
selaku Recruiter PT Nindya Karya (Persero) mengungkapkan IPK hanya
sebagai persyaratan awal seleksi saja. Selebihnya kompetensi talent itu
sendiri yang akan menentukan apakah ia akan punya karir yang bagus atau
tidak di perusahaan. Begitu pula dengan kriteria lainnya, menurut
Wisnu, yang paling dibutuhkan adalah kompetensi yang sesuai dengan tata
nilai di perusahaan mana seseorang bekerja. Jadi, sifatnya relatif
karena tidak hanya menimbang dari satu atau dua aspek saja.










IPK justru membuat persaingan semakin kompetitif




Pada tahun 2015, Teacher College Record
merilis laporan yang menyebutkan seseorang dengan rata-rata nilai A di
IPK-nya saat ini merupakan hal yang umum. Saat ini nilai A
merepresentasikan 43 persen rata-rata nilai yang dimiliki oleh
seseorang. Naik 12 persen sejak tahun 1988, dan 28 persen sejak tahun
1960. Hal tersebut berimplikasi pada persaingan yang ketat dalam mencari
pekerjaan karena tren menunjukkan semakin banyak orang yang memiliki
IPK bagus.




Nur Mazhariya Ulmi, selaku Staf Pendamping Staf Khusus Bidang Ekonomi
dan Investasi Kementerian Perhubungan mengatakan IPK pada akhirnya hanya
mampu berperan di awal saja. “Kalau sudah punya pengalaman kerja, nanti
yang dilihat pengalamannya, bukan IPK lagi,” tambahnya. Namun, Nur
menekankan pentingnya IPK untuk persaingan sesama fresh graduate, terutama untuk pekerjaan-pekerjaan tertentu di bidang ekonomi atau dosen.










Kriteria lain yang juga memengaruhi karir seseorang




Selain IPK, terdapat pula kriteria lain yang secara prinsip lebih
memperlihatkan kompetensi dan kapabilitas seseorang. Kriteria tersebut
di antaranya soft skill, leadership, dan komitmen. “Karena pertimbangannya soft skill dan leadership
lebih sulit untuk dilatih sehingga perusahaan kami cenderung mencari
kandidat yang kompetensi di dua hal tersebut menonjol,” ujar Wisnu.
Karena dinilai lebih implementatif, kedua kriteria tersebut diyakini
Wisnu akan lebih memengaruhi jejak karir seseorang ke depannya.




Komitmen merupakan kriteria yang belakangan ini menjadi pertimbangan
serius bagi perusahaan dalam merekrut karyawan. Wisnu mengakui sulit
menangani generasi millenial yang dianggapnya seperti 'kutu loncat',
yakni cenderung fleksibel dan punya ketertarikan yang tinggi terhadap
tantangan baru. Namun, Wisnu punya cara jitu untuk mengatasinya. “Untuk
mengatasi permasalahan ini, kami menawarkan jenjang karir yang cepat
untuk mereka yang berkomitmen pada perusahaan,” ungkap Wisnu.




Sangatlah penting untuk memenuhi kriteria sesuai standar dan kemampuan
diri sendiri dalam mempersiapkan karir ke depannya. Namun, perlu
dipahami pula bahwa kriteria-kriteria tersebut tak selalu menjamin
kesempatan berkarir seseorang. Semua kembali lagi pada faktor kesesuaian
antara kamu dan perusahaaan tempat kamu mengembangkan potensi diri.


















Penulis : Elvan Susilo



Editor : Yuana Anandatama

Sharing is caring, show love and share the thread with your friends.


loading...