Awas! Ini Kesalahan Jobseeker yang Dianggap Sepele Tapi Fatal Menurut Rekruter

Active 0 Reply 290 Views 2017-05-31 13:44:32 SEPUTAR KARIR
Sebagian besar jobseeker pasti sudah mencari tahu berbagai
tips penting melamar pekerjaan. Namun, mereka kadang lupa kalau
kesalahan kecil yang membuat mereka melakukan kesalahan fatal. Mau tahu
apa saja?


First impression adalah hal penting dalam melakukan wawancara
pekerjaan. Andrew Sullivan, Kepala Konsultan Hender Consulting di
Australia yang dikutip dari news.com.au membagikan pengalamannya ketika
merekrut karyawan baru. "Saya pernah melihat ada kandidat yang tiba-tiba
berdiri dan meninggalkan wawancara lalu lari menuruni tangga kemudian
memasukkan uang ke mesin tiket parkir (karena sebelumnya lupa membayar-red)," katanya. Ia juga mengatakan, "Salah satu kandidat meletakkan kaki mereka di meja saya."




Bagi rekruter, kesan pertama dari jobseeker yang melakukan
wawancara kerja dapat diamati hanya dalam waktu kurang dari 8 detik
sejak pertama bertemu dan berkenalan. Direktur perusahaan Jane McNeill,
Hays mengatakan, “Keseluruhan sisa wawancara akan digunakan rekruter
untuk mengkonfirmasi kesan pertamanya tersebut atau justru malah dapat
membalikkan pendapatnya. Maka dari itu pastikan kandidat tidak memakai
celana pendek atau bahkan meninggalkan bekas sisa makanan di
pakaiannya.”




Hal-hal di atas adalah kesalahan-kesalahan jobseeker yang
kerap ditemui oleh rekruter. Selain hal-hal tersebut, ada pula
kesalahan–kesalahan sepele lain tapi berakibat fatal yang sering
disebutkan rekruter sehingga membuat jobseeker tidak lolos seleksi,










Lupa menyertakan resume atau CV




“Salah satu hal yang paling sering ditemui adalah kesalahan para pelamar yang lupa atau salah menyertakan resume/CV
ke dalam format file yang mudah dibuka,” ungkap Andrea Tjoeng, Kepala
Bidang Rekrutmen SCOUT Global Business. Bagi perekrut, kemudahan dalam
mengakses berkas lamaran yang dikirim online akan memberikan
dampak baik bagi proses seleksi. Kecerobohan pelamar dalam memerhatikan
hal kecil seperti ini dapat membuatnya tidak lolos. Jadi, pastikan
format file berkas sesuai dengan ketentuan.










Salah mengirim lamaran




Tidak sedikit jobseeker yang lalai saat menuliskan alamat
penerima sehingga lamaran justru terkirim di perusahaan atau orang yang
salah. Bahkan, Tjoeng mengatakan jobseeker di beberapa lamaran
kerjanya mencantumkan keterangan yang salah mengenai informasi atau
bidang usaha perusahaan yang dilamar. “Hal-hal seperti ini mempertegas
kesan kepada rekruter bahwa si pelamar malas dan hanya sekadar copy-paste dari berkas lamarannya yang lalu,” papar Tjoeng.



Banyak jobseeker yang gagal hanya karena ia tidak meneliti
kembali berkas lamaran yang akan mereka kirimkan. Rekruter Sullivan
mengatakan, “Banyak (pelamar-red) salah menyebutkan nama saya dan nama perusahaan, beberapa juga memberikan tanggal yang salah di awal surat lamaran.”




Menyertakan foto yang tidak pantas




Beberapa jobseeker kurang memerhatikan foto yang ia sertakan
saat melampirkannya pada berkas lamaran. Terkadang ada yang menggunakan
foto profil Facebook atau media sosial lain miliknya dengan gaya yang
terlalu santai, pakaian tidak rapi, atau bahkan memamerkan pose-pose
tertentu yang bisa dianggap tidak sopan.




Pilih lagi foto yang akan kamu masukkan dalam surat lamaran. Gunakanlah standar pakaian dan gaya poto seperti saat jobseeker membuat kartu identitas (pas foto) supaya lebih aman.




Nah jobseeker, cek dan teliti lagi semua berkas lamaran sebelum kamu kirim, ya!























Penulis : Nikita Yolania




Editor : Yuana Anandatama




Grafis : Bentar Sadani


Sharing is caring, show love and share the thread with your friends.


loading...